Informasi geografis yang ditangkap oleh kamera udara langsung dikirimkan ke aplikasi ponsel pintar milik ketua kelompok tani untuk menentukan langkah pemupukan terukur.
Penyemprotan pupuk organik cair menggunakan armada dron mampu menghemat waktu pengerjaan hektaran lahan sawah dari hitungan hari menjadi hanya beberapa puluh menit.
Pengurangan beban kerja fisik yang ekstrem ini menarik minat para lulusan perguruan tinggi untuk kembali ke desa dan membangun usaha agribisnis berbasis inovasi.